Enter Slide 1 Title Here

Enter Slide 2 Title Here

Enter Slide 3 Title Here

Sabtu, 08 April 2017


TUGAS BLOG III : BELAJAR

Pendekatan Behavioral dan Kognitif Sosial
  • Apa itu pembelajaran?

Pembelajaran (learning) dapat didefinisikan sebagai perubahan perilaku yang relatif permanen yang dibentuk melalui pengalaman.
  • ·         Pendekatan Untuk Pembelajaran

          Behaviorisme adalah pandangan yang menyatakan perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diamati, bukan dengan proses mental. Proses mental dapat didefinisikan oleh psikolog sebagai pikiran, perasaan, dan motif yang kita alami namun tidak bisa dilihat oleh orang lain.
          Kognitif . Empat pendekatan kognitif utama untuk pembelajaran yang terdiri dari : Kognitif sosial, pemrosesan informasi kognitif, konstruktivis kognitif, dan konstruktivis sosial.

  • ·         Pendekatan Behavioral Untuk Pembelajaran

            Pengondisian Klasik (Ivan Pavlov) adalah tipe pembelajaran suatu organisme belajar untuk mengaitkan atau mengasosiasikan stimuli. Untuk memahami teori pengondisian klasik kita harus memahami dua tipe stimuli dan dua tipe respon; unconditioned stimulus (US), unconditioned response (UR), conditioned stimulus (CS), dan conditioned response (CR).
Unconditioned stimulus (US) adalah sebuah stimulus yang secara otomatis menghasilkan respons tanpa ada pembelajaran terlebih dahulu. Dalam eksperimen Pavlov, makanan adalah US. Unconditioned response (UR) adalah respons yang tidak dipelajari yang secara otomatis dihasilkan oleh US. Dalam eksperimen Pavlov, air liur anjing yang merespons makanan adalah UR. Sebuah conditioned stimulus (CS) adalah stimulus yang sebelumnya netral yang akhirnya menghasilkan conditioned response setelah diasosiasikan dengan US. Di antara stimuli yang terkondisi dalam eksperimen Pavlov, adalah beberapa penglihatan dan suara yang terjadi sebelum anjing menyantap makanan . Conditioned response (CR) adalah respons yang dipelajari,yakni respons terhadap stimulus yang terkondisikan yang muncul setelah terjadi pasangan US-CS.

     Pengondisian Operan (B.F Skinner) adalah bentuk pembelajaran konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku tersebut akan diulangi.
1.       Hukum efek Thorndike
Hukum efek Thorndike menyatakan bahwa perilaku yang di ikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil negatif akan diperlemah. 

2.       Pengondisian Operan Skinner
Hukum ini menyatakan konsekuensi perilaku akan menyebabkan perubahan dalam probabilitas perilaku tersebut akan terjadi.
          Penguatan dan hukuman.
        Penguatan (imbalan) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi.
          Hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.
Suatu penguatan boleh jadi kompleks yang memperkuat. Dalam penguatan positif, frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung. Dalam penguatan negatif, frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan .
  
  • Generalisasi, diskriminasi, dan pelenyapan.

Generalisasi adalah tendensi dari suatu stimulus yang sama dengan conditioned stimulus untuk menghasilkan respons yang sama terhadap conditioned response. Artinya, generalisasi dalam pengondisian operan berarti memberikan respons yang sama terhadap stimuli yang sama.
Perlu pula diingat bahwa, diskriminasi berarti merespons stimuli tertentu tetapi tidak merespons stimuli lainnya. Diskriminasi dalam pengondisian operan berarti pembedaan di antara stimuli dan kejadian lingkungan.
Dalam pengondisian operan, pelenyapan (extinction) terjadi ketika respons penguat sebelumnya tidak lagi diperkuat dan responnya menurun.

  • ·         Analisis Perilaku Terapan Dalam Pendidikan

*                     Apa itu analisis perilaku terapan ?
               Analisis perilaku terapan adalah penerapan prinsip pengondisian operan untuk mengubah perilaku manusia.
*                      Meningkatkan Perilaku yang Diharapkan
1.     Memilih penguat yang Efektif.
2.     Menjadikan penguat kontingen dan tepat waktu.
3.     Memilih jadwal penguatan terbaik.
4.     Menggunakan perjanjian.
5.     Menggunakan penguatan negatif secara efektif.
6.     Menggunakan prompt dan shaping
Prompt (dorongan) adalah stimulus tambahan atau isyarat tambahan yang diberikan sebelum respons dan meningkatkan kemungkinan respons itu akan terjadi.
Shaping adalah mengajari perilaku baru dengan memperkuat perilaku yang mirip dengan perilaku sasaran.
*                         Mengurangi Perilaku yang Tidak Diharapkan
            1.       Menggunakan penguatan diferensial.
            2.       Menghentikan penguatan (pelenyapan).
            3.       Menghilangkan stimuli yang diinginkan.
            4.       Memberikan stimuli yang tidak disukai (hukuman).

  • ·         Teori Kognitif Sosial Bandura

    Teori kognitif sosial menyatakn bahwa faktor sosial dan kognitif, dan juga faktor perilaku, memainkan peran penting dalam pembelajaran. Albert Bandura merupakan salah satu arsitek utama teori kognitif sosial. Dia mengatakan bahwa ketika murid belajar, mereka dapat merepresentasikan atau mentransformasi pengalaman mereka secara kognitif. Bandura mengembangkan model determinisme resiprokal yang terdiri dari tiga faktor utama : Perilaku, person/kognitif, dan lingkungan. Dalam model pembelajaran Bandura, faktor person (kognitif) memainkan peran penting. Faktor person (kognitif) yang ditekankan Bandura pada masa belakangan ini adalah self-efficacy, yakni keyakinan bahwa seseorang bisa menguasai situasi dan menghasilkan hasil positif. Bandura mengatakan, bahwa self-efficacy berpengaruh besar terhadap perilaku.

  • ·         Pembelajaran Observasional

            Pembelajaran observasional, juga dinamakan imitasi atau modeling, artinya pembelajaran yang dilakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain.
          Model Pembelajaran Observasional Kontemporer Bandura
1.       Atensi. Sebelum murid dapat meniru tindakan model, mereka harus memerhatikan apa yang dilakukan atau dikatakan si model.
2.        Retensi. Untuk mereproduksi tindakan model, murid harus mengodekan informasi dan menyimpannya dalam ingatan (memori) sehingga informasi itu dapat di ambil kembali.
3.       Produksi. Belajar, berlatih, dan berusaha dapat membantu murid untuk meningkatkan kinerja motor anak.
4.        Motivasi. Anak sering memerhatikan apa yang dikatakan atau dilakukan model, menyimpan informasi dalam memori, dan memiliki kemampuan gerak untuk menirukan tindakan model, dan memiliki kemampuan gerak untuk menirukan tindakan model, namun tidak termotivasi untuk melakukannya. Akan tetapi, anak akan melakukan apa yang dilakukan model (menirukan) setelah diberi insentif (penguat).




Sumber : Santrock, Jhon W.2004. Psikologi Pendidikan Edisi Ketiga. Jakarta: Prenadamedia Group.

Jumat, 07 April 2017


TUGAS BLOG II : PERKEMBANGAN KOGNITIF

PROSES DAN PERIODE

            Pola perkembangan anak adalah pola yang dihasilkan dari beberapa proses seperti proses biologis, kognitif dan sosioemosional.  

PROSES BIOLOGIS, KOGNITIF DAN SOSIOEMOSIONAL

            Proses biologis adalah proses perubahan dalam tubuh anak. Proses biologis ini melandasi perkembangan otak, berat dan tinggi badan, perubahan dalam kemampuan bergerak, dan perubahan hormonal di masa puber.
            Proses kognitif adalah proses perubahan dalam pemikiran, kecerdasan dan bahsa anak.
            Proses sosioemosional adalah proses perubahan dalam hubungan anak dengan orang lain, perubahan dalam emoi dan perubahan dalam kepribadian.

PERIODE PERKEMBANGAN

            Periode perkembangan merupakan periode yang paling sering dipakai, periode perkembangan meliputi periode infancy (bayi), early childhood (usia balita), middle dan late childhood (periode sekolah dasar), adolescence (masa remaja), early adulthood, middle adulthood, dan late adulthood.
  • ·         Infancy adalah periode dari kelahiran sampai usia dua puluh empat bulan. Masa infancy ini merupakan masa ketika anak sangat bergantung kepada orang tuanya. Seperti perkembangan bahasa, pemikiran simbiolis, koordinasi sensorimotor dan pembelajaran sosial yang baru dimulai.
  • ·         Early childhood (prasekolah) adalah periode dari akhir masa bayi sampai umur lima atau enam tahun. Di periode ini, anak akan belajar mengidentifikasi huruf, dan menghabiskan banyak waktu bersama teman sekolahnya.

  • ·         Middle dan late childhood (masa sekolah dasar) adalah periode yang dimulai dari umur enam sampai sebelas tahun. Di masa ini anak fasih membaca, menulis dan menghitung. Anak juga dapat berinteraksi dengan dunia social yang lebih luas di luar keluarganya.
  • ·         Adolescence (remaja) adalah periode transisi dari masa anak-anak menuju usia dewasa. Periode ini  dimulai sekitar umur dua belas tahun sampai umur delapan belas atau dua puluh tahun. Di masa ini remaja sudah mulai mengalami perubaha fisik yang cepat, termasuk berat dan tinggi badan,
  • ·         Early childhood adalah periode yang dimulai di akhir umur remaja atau awal usia dua puluhan sampai umur tiga puluhan, masa ini adalah masa ketika kerja dan cinta menjadi hal utama dalam kehidupan mereka.


PERKEMBANGAN KOGNITIF

            Otak

            Daerah dan Sel Otak

            Jumlah dan ukuran saraf otak terus bertambah sampai usia remaja. Beberapa penambahan ukuran otak juga disebabkan  oleh myelination, sebuah proses di mana banyak sel otak dan sistem saraf diselimuti oleh lapisan-lapisan sel lemak yang bersekat.
            Kemudian pada tingkatan sel, terjadi peningkatan dalam koneksi antara neuron (sel-sel saraf).
            Synapse adalah jarak tipis antarneuron tempat terbentuknya koneksi antarneuron. Koneksi yang digunakan akan menguat sedangkan yang tidak ebrmanfaat akan digantikan oleh koneksi lain. Artinya , koneksi ini menunjukkan pertumbuhan dan pemangkasan synapse  dalam area korteks visual (penglihatan), auditory (pendengaran), dan prefrontal (penalaran, pengaturan-diri) di dalam otak.

LATERALISASI

            Cerebral cortex (lapisan luar atau kulit otak) yang terdiri dari dua belahan. Lateralisasi adalah spesialis fungsi dalam satu bagian otak atau satu bagian lainnya.

            Ada spesialisasi fungsi di beberapa area:
1.      Pemrosesan verbal. Ucapan dan tata bahasa berada di belahan kiri otak. Akan tetapi, bukan berarti semua pemrosesan bahasa dilakukan dibelahan kiri. Misalnya humor juga melibatkan belahan kanan otak.
2.      Pemrosesan nonverbal. Seperti persepsi ruang, penekanan ini bekerja saat memroses informasi mengenai wajah seseorang.

TEORI PIAGET
       Teori Piaget adalah sebuah kisah yang menyeluruh dan umum mengenai bagaimana biologi dan pengalaman membentuk perkembangan kognitif. Piaget berpendapat bahwa sebagaimana fisik kita memiliki struktur yang memungkinkan kita untuk beradaptasi dengan dunia. Adaptasi melibatkan penyesuaian terhadap tuntutan lingkungan yang baru. Piaget berfokus bahwa anak-anak secara aktif membangun dunia kognitif mereka sendiri; informasi dari lingkungan itu tidak hanya sekadar dituangkan ke dalam pikiran mereka. Piaget mencoba menemukan bagaimana anak-anak dalam usia berbeda-beda berpikir mengenai dunia dan seberapa sistematisnya perubahan yang berlangsung dalam pikiran mereka itu.
Proses-Proses Kognitif
Piaget mengembangkan beberapa konsep pada proses-proses kognitif, yaitu
1.      Skema
Skema :  berbagai tindakan atau representasi mental yang mengorganisasikan pengetahuan.
Skema terbagi menjadi 2 bagian yaitu
·         Skema perilaku (aktivitas fisik) : ciri yang berkembang di masa bayi
·         Skema mental (aktivitas kognitif) : ciri yang berkembang di masa anak-anak
2.      Asimilasi dan Akomodasi
Asimilasi terjadi ketika anak-anak menggunakan skema-skema yang telah dimilikinya untuk menangani informasi atau pengalaman baru.
Akomodasi terjadi ketika anak-anak menyesuaikan skema-sekmanya agar sesuai untuk mengolah informasi dan pengalaman baru.
Asimilasi dan akomodai berfungsi ketika bayi masih berusia sangat dini.
3.      Organisasi
Organisasi adalah pengelompokkan perilaku-perilaku dan pemikiran-pemikiran yang terpisah satu sama lain ke dalam suatu sistem yang tingkatannya lebih tinggi.
4.      Ekuilibrasi dan Tahap-Tahap Perkembangan
Menurut Piaget, asimilasi dan akomodasi selalu menggiring anak untuk mencapai tahap yang lebih tinggi.
Anak mengalami konflik  kognitif atau ketidakseimbangan (disequilibrium) yang artinya secara terus-menerus anak dihadapkan pada contoh-contoh yang berlawanan dengan skema yang sudah ada pada dirinya dan menimbulkan inkonsistensi.
Menurut Piaget, usaha internal untuk kembali mencapai keseimbangan akan membangkitkan motivasi untuk berubah.
Ekuilibrasi adalah istilah yang digunakan Piaget untuk merujuk pada mekanisme peralihan anak-anak  dari satu tahap berpikir ke tahap berikutnya.

TAHAP SENSIMOTOR

          Tahap perkembangan sensimotor berlangsung mulai dari kelahiran hingga usia 2 tahun. Dalam tahap ini, bayi membangun suatu pemahaman mengenai dunia dengan cara mengoordinasikan pengalaman-pengalaman sensoris, (misalnya melihat dan mendengar) melalui tindakan-tindakan fisik.

Piaget percaya bahwa pencapaian kognitif penting di usia bayi adalah object permanence. Pemahaman ini merupakan objek dan kejadian terus eksis bahkan ketika objek dan kejadian itu tidak dapat dilihat, didengar atau disentuh.

TAHAP PRA-OPERASIONAL

            Tahap ini merupakan tahap pemikiran yang lebih simbiolis ketimbang pada tahap sensorimotor tetapi tidak melibatkan pemikiran operasional. Tahap ini bersifat egosentris dan intuitif ketimbang egois.
Pemikiran pra-operasional dapat dibagi menjadi dua subtahap: fungsi simbolis dan pemikiran intuitif.
            Subtahap fungsi simbolis terjadi antara usia dua sampai empat tahun. Disini anak kecil secara mental mulai dapat merepresentasikan objek yang tidak hadir.
            Subtahap pemikiran intuitif terjadi antara usia empat sampai tujuh tahun. Disini anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin tahu jawaban dari semua pertanyaan.
Dalam pemikiran pra-operasional terdapat karakteristik pemikiran seperti:
·         Centration, pemfokusan perhatian pada satu karakteristik dengan mengabaikan karakteristik lainnya.
·         Concervation, ide dari objek yang sama meskipun objek tersebut berubah penampilannya.


TAHAP OPERASIONAL KONKRET

            Tahap ini terjadi sekitar usia tujuh sampai sebelas tahun. Kemampuan untuk menggolongkan sesuatu yang sudah ada, tetapi belum bisa memecahkan masalah yang abstrak.
            Operasi konkret adalah tindakan mental yang bisa dibalikkan yang berkaitan dengan objek konkret nyata.
Dari tahap ini ada aspek yang disebut seriation, yakni operasi konkret yang melibatkan stimuli pengurutan di sepanjang dimensi kuantitatif. Aspek lainnya adalah transitivity, kemampuan untuk mengombinasikan a=hubungan secara logis untuk memahami kesimpulan tertentu.

TAHAP OPERASIONAL FORMAL
            Tahap ini muncul pada usia tujuh sampai lima belas tahun. Di tahap ini, anak mulai memikirkan pengalaman di laur pengalaman konkret secara abstrak, idealis dan logis.

TEORI VYGOTSKY
            Asumsi Vygotsky
Ada tiga inti dari pandangan Vygotsky yaitu:
1.      Keahlian kognitif anak dapat dipahami apabila dianalisis dan diinterpretasikan secara development
2.      Kemampuan kognitif dimediasi dengan kata, bahasa, dan bentuk diskursus, yang berfungsi sebagai alat psikologis untuk membantu dan mentransformasi aktivitas mental
3.      Kemampuan kognitif berasal dari relasi social dan dipengaruhi oleh latar belakang sosiokultural

ZONE OF PROXIMAL DEVELOPMENT = Merupakan istilah Vygotsky untuk serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak secara individual tetapi dapat dipelajari dengan bantuan dari orang dewasa atau anak yang lebih mampu.

SCAFFOLDING = sebuah teknik untuk mengubah level dukungan.

BAHASA DAN PEMIKIRAN

            Penggunaan bahasa untuk mengatur diri sendiri ini dinamakan “pembicaraan batin” (inner speech) atau “pembicaraan privat” (private speech) yang bersifat egosentris dan tidak dewasa.



Sumber : Santrock, Jhon W.2004. Psikologi Pendidikan Edisi Ketiga. Jakarta: Prenadamedia Group.



MOTIVASI DAN PROSES KOGNITIF

Ø Apa itu motivasi ?
            Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah, dan bertahan lama.
o   Perspektif tentang motivasi
            Perspektif psikologis menjelaskan motivasi dengan cara yang berbeda berdasarkan perspektif yang berbeda pula. Perspektif tentang motivasi terbagi menjadi empat perspektif, yaitu behavioral, humanistic, kognitif dan sosial.
1.       Perspektif Behavioral
Perspektif behavioral menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid. Insentif adalah peristiwa atau stimuli positif ataupun negatif yang dapat memotivasi perilaku murid. Insentif dapat menambah minat atau kesenangan pada pelajaran, dan mengarahkan perhatian pada perilaku yang tepat dan menjauhkan mereka dari perilaku yang tidak tepat. Insentif yang dipakai guru di kelas antara lain memberikan nilai yang baik, yang berindikasikan tentang kualitas pekerjaan murid, dan tanda bintang atau pujian jika mereka menyelesaikan suatu tugas dengan baik.
Contohnya : Angel menyelesaikan karya lukisnya dalam pelajaran kesenian dikelasnya, dalam upaya sebagai reward Angel,   guru pun melakukan insentif dikelas antara lain mengumumkan namanya dan memamerkan karyanya sebagai siswi dengan karya lukis terbaik dan Angel pun merasa termotivasi dengan hal itu.


2.      Perspektif Humanistis
Perspektif Humanistis menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka dan kualitas positif (seperti peka terhadap orang lain). Perspektif ini berkaitan erat dengan pandangan Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi.

Menurut hierarki kebutuhan Maslow, kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut.


3.       Perspektif Kognitif
Menurut perspektif kognitif, pemikiran murid akan memandu motivasi mereka. Belakangan ini muncul minat besar pada motivasi menurut perspektif kognitif. Minat ini berfokus pada ide-ide seperti motivasi internal murid untuk mencapai sesuatu, atribusi mereka (persepsi tentang sebab-sebab kesuksesan dan kegagalan, terutama persepsi bahwa usaha adalah faktor penting dalam prestasi), keyakinan mereka bahwa mereka dapat mengontrol lingkungan mereka secara efektif. Perspektif kognitif tentang motivasi sesuai dengan gagasan R. W. White, yang mengusulkan konsep motivasi kompetensi yakni ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif, menguasai dunia mereka, dan memroses informasi secara efisisen.
Contonya : Seorang anak yang memiliki pandangan akan sebuah kesuksesan dari dirinya tersebut, pada akhirnya dia memiliki dorongan motivasi yang kuat untuk mencapai kesuksesan yang dia inginkan.

4.      Perspektif Sosial
Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman dan membutuhkan pembentukan, pemeliharaan dan pemulihan hubungan personal yang hangat dan akrab. Murid sekolah yang punya hubungan yang penuh perhatian dan suportif biasanya memiliki sikap akademik yang lebih positif dan lebih senang bersekolah.
Contohnya : Seorang anak akan memilih berteman dengan orang yang kepribadiannya lebih baik dari dirinya sehingga dia pun termotivasi agar kepribadiannya sama atau setara baiknya dengan kepribadian temannya tersebut.

o   Motivasi Untuk Meraih Sesuatu
Motivasi Ekstrinsik dan Intrinsik
*                    Motivasi ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencpai tujuan).
Contohnya : Murid akan mengerjakan tugasnya agar mendapat nilai tambahan untuk nilai ujiannya nanti.
    Motivasi Intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri(tujuan itu sendiri).
Contohnya : Murid belajar di malam hari untuk menghadapi ujian dihari berikutnya karena dia senang pada mata pelajaran yang akan diujiankan besoknya.
Murid termotivasi untuk belajar saat mereka diberi pilihan, senang menghadapi tantangan yang sesuai dengan kemampuan mereka, dan mendapatkan imbalan yang mengandung nilai informasional tetapi bukan dipakai untuk kontrol.  Pujian juga bisa memperkuat motivasi intrinsik murid. 





Sumber : Santrock, Jhon W.2004. Psikologi Pendidikan Edisi Ketiga. Jakarta: Prenadamedia Group.

Minggu, 05 Maret 2017

Kamis, 02 Maret 2017


HASIL DISKUSI KELOMPOK
MATERI PSIKOLOGI PENDIDIKAN dan FENOMENA PENDIDIKAN
Blog : Eunike Aprillia Siagian (16-169)
Kelompok 1
Alde Rahman Ifari (16-166)
Eunike Aprillia Siagian (16-169)
Saras Gusvita (16-173)
Nabila Yasmin (16-180)
Alifah Nabilah Dara (16-182)
Dhita Dwi Endayu (16-188)
Doli Indra Aulia (16-233)
Mata Kuliah : Psikologi Pendidikan
Kelas : C-2016

Hasil Diskusi Kelompok 
Berdasarkan hasil diskusi kelompok kami mengenai mengenai kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah psikologi pendidikan 2 sks yang harus memilki e-mail dan blog ditinjau dari uraian psikologi pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia adalah :
Dari segi uraian mengenai psikologi pendidikan kami berpendapat bahwa dimana pengertian psikologi pendidikan adalah bidang yang membantu pengajar/proses pembelajaran serta memberi kontribusi untuk menghantar anak-anak meraih masa depan yang baik. Dari pengertian tersebut, kami berpendapat adanya kaitan dengan memiliki e-mail dan blog sangat berguna karena dari segi pendidikan adanya alat elektronik tersebut mahasiswa terkhusunya kami bisa mengikuti perkembangan zaman yang terus berkembang secara pesat. Dengan memiliki e-mail dan blog, kami para mahasiswa akan dituntut untuk mengembangkan kreativitas dalam menulis, serta menyampaikan informasi dengan teknologi, sehingga kami bisa lebih maju dan memiliki wawasan yang luas terhadap informasi yang kami berikan. 
Selain itu, kewajiban kami dalam memiliki e-mail dan blog adalah kami menjadi tahu bagaimana cara membuat, menggunakan ataupun mengirim informasi kepada orang lain. Yang semulanya para mahasiswa tidak bisa membuat bahkan tidak memiliki blog, kini sekarang kewajiban itu sudah dilakukan oleh mahasiswa yang termasuk dalam materi perkuliahan kami disemester awal. Manfaat lain dari memiliki e-mail ataupun blog, mahasiswa menjadi lebih praktis dan mudah dalam berkomunikasi dengan dosen dan mahasiswa lainnya, seperti saat dosen memberikan tugas dalam bentuk ketikan ataupun softcopy, dengan memiliki e-mail mahasiswa dengan mudah mengirim tugas tersebut melalui e-mail dosen tanpa harus bertatap muka ataupun tugas tersebut tidak harus lagi ditulis dalam selembar kertas. 
Seiring dengan berkembangnya pendidikan, fenomena ataupun berbagai permasalahan dalam pendidikan selalu muncul dan berusaha meminimalisir mengenai permasalahan tersebut. Seperti mengenai kurikulum ataupun program pendidikan di Indonesia yang menurut kami belum maksimal. Belum tersebarnya pengarahan dan pendidikan mengenai teknologi di berbagai daerah membuat para pelajar di Indonesia masih belum bisa menggunakan teknologi dan membuat atau mendapatkan informasi dengan baik. Program pembelajaran yang belum maksimal inilah yang menghambat mahasiswa dan guru ataupun dosen dalam melakukan komunikasi pembelajaran. Tidak semua materi ataupun tugas terkadang bisa disampaikan langsung oleh dosen ataupun guru kepada siswanya. Apalagi di era globalisasi sekarang, sangat dibutuhkan memiliki e-mail dan blog dalam membantu siswa mendapatkan informasi dari beberapa blog penting yang diinginkan. 
Beberapa dampak positif dan negatif dari hasil diskusi kelompok kami berdasarkan perkembangan mahasiswa dan masyrakat umum yang memiliki e-mail dan blog, diantaranya.
Adapun dampak positifnya :
1. Dengan adanya e-mail dan blog, kita menjadi tahu apa fungsi keduanya, bagaimana cara mengoperasikan aplikasi tersebut serta manfaat memiliki keduanya.
2. Memiliki blog kita bisa memberikan informasi yang berguna untuk menjadi sumber baca bagi yang melihat.
3. Memiliki blog kita juga bisa mengikuti berbagai blog orang lain dengan menjadi bagian link favorit yang terdapat berbagai sumber penting sehingga kita bisa memilki teman yang banyak. 
4. Adanya memiliki e-mail, memudahkan kita dalam mengirimkan pesan dengan cepat dan dapat dikirim kemana saja. 
5. Memiliki e-mail bisa mengurangi biaya dalam pengiriman data apapun dapat dikirim ke dalam maupun luar negeri. 
6. Memiliki blog dapat menumbuhkan ide-ide kreatif pada tampilan blog, isi ataupun tulisan dalam blog. 
Adapun dampak negatifnya :
1. Beberapa orang yang memiliki blog terkadang tidak valid atau sumber yang jelas mengenai informasi yang diberikan.
2. Munculnya iklan-iklan ataupun gambar yang tidak sepantasnya yang dilakukan oleh orang yang bertanggung jawab dengan menampilkan pada blognya ataupun adanya memunculkan tampilan atau informasii yang mengandung penipuan, sepert bisnis online.  
3. Terlalu sibuk dalam teknologi yang ia gunakan seperti sibuk dalam blog nya seseorang bisa lupa waktu ataupun menjaga kesehatannya.

times

Popular Posts

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

SpongeBob SquarePants